Website Screenshots

newsFlash

Profile Facebook Twitter My Space Friendfeed You Tube
Kompas Tempo Detiknews
Google Yahoo MSN
Blue Sky Simple News Simple News R.1 Simple News R.2 Simple News R.3 Simple News R.4

Wednesday, November 4, 2009 | 5:39 AM | 6 Comments

The Untouchable


The Untouchable adalah sebuah organisasi kepolisian yang dibentuk oleh Eliot Ness (Kevin Costner) seorang polisi yang bertugas untuk departemen keuangan bersama Jim Malone (Sean Connery), sang akuntan Oscar Wallace (Charles Martin Smith), dan polisi muda George Stone (Andy Garcia) dengan tujuan utama menyeret ketua gangster Al Capone (Robert De Niro) sebagai tersangka penggelapan pajak semenjak tahun 1926. Hal ini berawal dari berulangnya sebuah kegagalan Ness untuk meringkus sekaligus mengumpulkan barang bukti untuk memberatkan tersangka, karena Chicago kala itu adalah sebuah kota diujung penaklukan kelompok mafia pimpinan Al Capone. Hampir seluruh peredaran minuman keras dan obat bius dimonopoli olehnya, bahkan suatu ketika digambarkan dalam film dengan sebuah scene restoran yang menolak untuk menjual minuman keras milik Al Capone akhirnya diledakkan saat itu juga. Negara benar-benar tidak bisa memprediksi beragam manuver licik para mafia dan tak berdaya. Pembunuhan seringkali terjadi di jalanan kota tanpa bisa menemukan satu tersangka pun. Ironis memang tatkala UU Chicago melalui peraturan Volstead berupaya mengendalikan justru membawanya menjadi kota perang, geng-geng saling berkompetisi untuk bisa mengendalikan jutaan dollar. Di tengah krisis tersebut Ness tetap memiliki optimisme, meski motifnya dalam film sendiri tidak diceritakan secara detail, ia memang seolah hadir untuk menghentikan Al Capone. Eliot Ness sang petugas departemen keuangan itu memang telah berhasil membuat Al benar-benar geram, nyaris saja sang pembawa buku yang tertangkap kepolisian dari sebuah skenario penggrebekan Ness menyeretnya ke hadapan meja hijau. Otak liciknya kali itu sungguh membuat Capone orang paling beruntung karena sang pembawa buku telah berhasil diringkus sebelum bersaksi. Hal itu pula yang menjadi alasan ia enggan datang tanpa ada saksi. Baik Ness maupun Al Capone sendiri kali ini sama-sama tak ingin rencananya kembali gagal. Ness bersama ”the Untouchable”, yang saat itu tinggal beranggotakan 3 orang sebab Oscar sang akuntan terbunuh bersama sang pembawa buku saat menuju ke pengadilan, kembali mengumpulkan bukti meski pada saat itu Ness pribadi sudah hampir menyerah. Sementara Al Capone rupanya memiliki prinsip bahwa pertahanan terbaik adalah dengan cara menyerang dan ia benar-benar melakukan tugas seorang mafia, bermula dari melenyapkan barang bukti lalu beranjak kepada ”pembersihan” orang-orang dekat Ness.

Film ini benar-benar menyuguhkan ketegangan dan ledakan emosi meski tanpa terlibat dalam penggambaran situasi perang, film ini tetap memiliki sisi tersebut meski melalui pakaian rapi dari para aktor. Tak satu orang pun menyangkal bahwa pasti terdapat kekecewaan andaikan tokoh ”baik” terus-menerus menjadi korban kejahatan, pertama Oscar lalu Jim selanjutnya anda tidak akan bisa menduga. Terlebih saat Jim Malone diringkus ia sedang menunggu kedatagan Eliot Ness sebab Jim sudah menemukan siapa pembawa buku berikutnya.

Satu petunjuk yang bisa penulis sampaikan adalah seharusnya Al Capone berpikir untuk berbisnis di Indonesia, terutama karena kelonggaran untuk orang-orang kaya sepertinya. Meski pendapat berkurang tapi ia akan menjadi seorang pria dengan nama lebih besar.

Moment penting:

Saat seorang ibu datang ke kantor Ness untuk berterimakasih meski kasus ini baru saja mulai, ibu tersebut adalah orang tua dari seorang anak korban ledakan yang diawal cerita digambarkan sedang membeli titipan sang ibu.

”Kau tahu, hal ini karena ku tahu kau juga mempunyai anak,

Bahwa mereka menyebabkan kita masuk dalam tragedi,

Dan aku tahu kau akan menghentikan mereka, dan sekarang kau melakukannya”.

6 komentar:

The Baxteria said...

Wow beautiful pictures. I love your blog. Keep it up

aRi isTiadi said...

nice artikel

jgn lupa mampir di blog baruku

www.ariistiadi.blogspot.com

masih-berharap said...

tentang film ya sob seru kayanya
Salam dari >> Asep canda

Akhatam said...

seru tu filmnya...

Ali Munandar said...

kayaknya seru ni filmnya, saya coba baca dulu deh sinopsisnya

mamas Ipenk said...

bgs info film nya update teruz ya sob

Post a Comment

 
Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by Herdiansyah Hamzah | Published by Jurnalborneo.com
Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.