Website Screenshots

newsFlash

Profile Facebook Twitter My Space Friendfeed You Tube
Kompas Tempo Detiknews
Google Yahoo MSN
Blue Sky Simple News Simple News R.1 Simple News R.2 Simple News R.3 Simple News R.4

Wednesday, July 8, 2009 | 5:02 PM | 0 Comments

SHAWSHANK: Redemption




"Fear can hold you prisoner, Hope can set you free."


Andy Dufresne (Tim Robins) harus menjalani 2 kali hukuman seumur hidup, karena tuduhan pembunuhan terhadap istri dan teman kencannya seorang pe-golf profesional. Andy sendiri bukanlah orang sembarangan, di usia yang masih relatif muda ia sudah menjadi wakil direktur utama bank terkemuka. Tidak heran jika dengan prestasi demikian sangat mudah untuk mengenali seorang narapidana bernama Andy Dufresne. Karena pada kisah selanjutnya profesi tersebut akan membwanya pada tingkatan berpengaruh di dalam penjara atau setidaknya eksistensi Andy paling diakui di antara narapidana lain.

Kisah dimulai tatkala dinding penjara yang dingin tempat para hukuman seumur hidup tinggal menghabiskan usia mereka, tampak seolah telah merenggut semua mimpi dan milik para penghuninya tak terkecuali Andy. Sosok Andy tak kalah angker dengan penjara, begitu dingin kesan orang pertama kali melihat orang yang tak pernah bicara ini. Sampai suatu ketika Andy memesan palu pada Red (Morgan Freeman) yang dikenal sebagai pencari barang-barang kebutuhan narapidana. Terkejut dengan permintaan tersebut Red perlu mengetahui, "kalau kau memesan sikat gigi aku tidak akan bertanya, karena barang itu tak dilarang" suatu kali Red bertanya. "Hanya untuk hobiku, lagipula perlu 600 tahun kalau ingin menembus tembok penjara dengan palu itu". Sebenarnya sejak awal Red sudah memperhatikan Andy, tapi pembicaraan singkat itu telah membuat mereka semakin dekat. haripun berlalu dan narapidana berusaha terus mencari kesibukan demi mengusir rasa bosan jika tidak sibuklah untuk mati begitu yang selalu mereka katakan, maka ketika kesempatan untuk bekerja sosial di luar penjara hadir semua tak akan melewatkan. Beruntung bagi Andy, Red dan belasan narapidana lain memiliki kesempatan itu. Karena disanalah karakter seorang Andy sebagai seorang akuntan terkenal lamat-lamat kelihatan. Seorang sipir yang sedang dalam dilema karena menerima warisan kala itu berbicara pada rekannya. ia takut kalau2 pemerintah akan memerasnya melalui pajak. Di tengah pembicaraan tersebut Andy datang sembari bertanya "apa anda mencintai istrimu, sir?". Merasa Andy tidak mematuhi perintah untuk bekerja sang sipir justru berusaha mendorongnya ke tepi bangunan. Namun tak hilang akal mantan akuntan terkenal ini berceloteh mengusulkan jalan keluar dengan pengetahuan luar biasa yang ia miliki. Tertarik dengan tawaran Andy, sang sipir justru bersedia melakukan perjanjian dengannya. Dari sinilah titik balik bagi kehidupan Andy dipenjara, ia adalah narapidana intelektual dan merupakan aset berharga bagi penjara bernama Shawshank. Dipercaya sebagai pencatat keuangan kepala penjara merupakan pekerjaan yang belum pernah didapat narapidana manapun.

Kehidupan memang tak selalu indah, gangguan dari geng sisters yang beranggotakan para pelaku sodomi tiap hari mengancam Andy dikala ia sedang sendiri. Tapi beruntung hal terburuk tak pernah terjadi, Andy terus melawan meski tiap hari ia harus datang ke tempat Red dengan memar baru. Sampai keadaan lebih parah menghampiri, Andy dihajar geng sisters habis-habisan dan harus menjalani perawatan. Sebagai aset berharga bagi penjara, tentu kepala sipir tak tinggal diam. Setelah kejadian Bogs justru menerima perlakuan lebih kejam dari para sipir hingga memaksanya harus pindah ke rumah sakit penjara dengan penjagaan rendah, karena ia benar2 dibuat cacat. sementara nama Andy terus melambung sebagai penasihat keuangan tanpa tarif, hingga perannya dirasa teramat penting. Bahkan jadwal pertandingan football para sipir harus diganti karena usulannya. berkat usaha Andy pula kini penjara Shawshank memiliki perpustakaan terbaik.

Tanpa terasa puluhan tahun telah berlalu sudah dua kali Red ditolak untuk menerima remisi dari pemerintah dan tanpa terasa pula persahabatan mereka berlangsung. sampai suatu ketika ikan segar (penghuni baru) kembali muncul, yang salah satunya mr. rock n roll kawan baru mereka Tommy Williams (Gil Bellows). seorang residivis berkarakter "Show off". kebetulan ia tertarik dengan program sekolah yang diadakan oleh Andy, dan ia benar2 berusaha untuk itu hingga hasil akhirnya pun tak mengecewakan, meski hampir putus asa. Di sela2 kegiatan tersebut, tanpa diduga ternyata mr. Rock n Roll ini merupakan benang merah kasus pembunuhan istri Andy. praktis selama dalam penjara Andy hanya menebus kesalahan orang lain. Andy mencintai istrinya, dan ia benar-benar menyadari itu. Tanpa berlama-lama Andy menuju ruang kepala sipir untuk memberitahu info tersebut, dan meminta diadakan sidang ulang atas kasusnya. Karena merasa sang asset berharga akan hilang, kepala sipir yang tak tinggal diam lantas menjatuhi hukuman pada Andy untuk merenungkan kembali obsesi akan kebebasan tersebut. Kurungan 1 bulan pengasingan bawah tanah tak jua membuat Andy jera. Mungkin dari sinilah cerita yang paling tidak diinginkan hadir, keluar dari pengasingan Andy harus menerima kabar Mr. Rock N roll mati tertembak petugas karena berusaha kabur. Meski yang terjadi tidak demikian dan Andy tahu itu, tapi kali ini ia benar-benar merasa kalah. Bicaranya mulai ngelantur tentang sebuah tempat impian bernama Sihuatanejo di tengah samudera Pasifik dan terakhir kali justru ia meminta tali tambang pada seorang narapidana.

Captain (penulis) tidak memiliki kompetensi untuk menjelaskan kisah akhir film yang diadaptasi dari novel sang legenda Stephen King, namun percayalah tiap kisahnya selalu menghadirkan kisah-kisah akhir tak terduga. Dan film Shawshank adalah film paling direkomendasikan untuk ditonton.

from director/screenwriter Frank Darabont

Shawshank dinominasikan untuk 7 kategori Academy Awards, including Best Picture, Best Actor (Morgan Freeman), Best Adapted Screenplay, Best Cinematography, Best Editing, Best Original Score, dan Best Sound.

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by Herdiansyah Hamzah | Published by Jurnalborneo.com
Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.