Website Screenshots

newsFlash

Profile Facebook Twitter My Space Friendfeed You Tube
Kompas Tempo Detiknews
Google Yahoo MSN
Blue Sky Simple News Simple News R.1 Simple News R.2 Simple News R.3 Simple News R.4

Wednesday, October 21, 2009 | 9:15 PM | 0 Comments

The Pianist


Wladyslaw Szpilman (Brody) adalah seorang pianis keturunan Yahudi yang sangat terkenal di Polandia, dan bekerja untuk radio Warsawa. Sayang semua bakatnya hampir saja sirna seiring dengan ekpansi Jerman melalui serangan bertajuk Blitzkrieg 1 september 1939. Kehidupan tak berjalan lagi seperti biasa, radio sudah mulai dilarang mengudara kecuali demi kepentingan Justify FullJerman. Maka tak ada yang dapat Szpilman lakukan selain pulang ke rumah berkumpul dengan keluarga dan mendengarkan radio luar yang kebetulan sedang memberitakan pernyataan perang Prancis kepada Jerman. Perasaan optimis sempat singgah sebentar bahwa perang akan segera berakhir dengan kekalahan pasukan Hitler. Namun sayang kehidupan justru terus terjun ke dalam jurang terdalam kebiadaban terutama bagi mereka kaum Yahudi, mulai dari kebijakan membatasi uang dalam keluarga hingga kewajiban mereka untuk menggunakan tanda bintang David pada lengan mereka untuk membedakan mereka Yahudi atau bukan. Mereka pun dipaksa untuk hidup di gang-gang khusus (Ghetto), semua perlakuan ini setidaknya memiliki maksud pembasmian Yahudi secara perlahan. Nyawa mereka seolah tak berharga, jika pasukan Jerman sedang tidak memiliki suasana hati bagus, mereka sah-sah saja melampiaskannya dengan membunuh Yahudi. Begituah kesan cerita yang ingin ditampilkan, mengenai benar atau tidaknya sejarah tersebut masih memiliki banyak perdebatan. Peristiwa yang dikenal dunia sebagai Holocaust merupakan tema utama film ini, sedangkan Szpilman adalah sebuah gambaran bagi kesulitan hidup seorang Yahudi yang menghadapi kematiannya berkali-kali.
Profesi sebagai seorang pianis ternyata sangat berguna saat perang bagi Szpilman, terbukti berulang kali ia selamat dari lubang jarum. Suatu kali ketika deportasi kaum Yahudi ke Trebelinka, Szpilman diselamatkan oleh salah seorang polisi Ghetto Yahudi yang ia kenal dekat. Sebab orang-orang dalam kereta itu tidak sedang menuju kota tersebut, tapi sedang dalam perjalanan menuju kematian mereka. Szpilman benar-benar panic karena harus berpisah dengan seluruh keluarga, dan ia kini benar-benar tanpa tujuan dalam sarang singa. Bertahun-tahun mencoba bertahan hidup, menjadi penyelundup keperluan kaum Yahudi yang berencana melawan dari dalam Ghetto tempat mereka diasingkan dari penduduk lain dan dipekerjakan sebagai budak.
Film ini berusaha mengeksplorasi perasaan penonton saat melihat pembantaian orang-orang Yahudi melalui kepribadian Szpilman yang berusaha tabah dan berharap bantuan akan segera datang. Akankah Szpilman berhasil lolos dari kutukan ini atau gagal sebelum bantuan datang?

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by Herdiansyah Hamzah | Published by Jurnalborneo.com
Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.